<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14273">
 <titleInfo>
  <title><![CDATA[]]></title>
 </titleInfo>
 <name type="" authority="">
  <namePart><![CDATA[Oldin, Fransiska Romana]]></namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text"><![CDATA[Primary Author]]></roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
 <genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"><![CDATA[]]></placeTerm>
   <publisher><![CDATA[]]></publisher>
   <dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
  <languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
  <extent><![CDATA[169p;ilus;21 x30 cm]]></extent>
 </physicalDescription>
 <note><![CDATA[Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model pembelajaran Inquiry lebih baik dari peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VIII SMPK Pancasila Mukun tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan  menggunakan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPK Pancasila Mukun dengan jumlah 88 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan nonrandom sampling yang diuji kesetaraan dari 4 kelas, setelah melakukan uji hipotesis maka dibuat kesimpulan dengan membandingkan thitung dengan ttabel. Jika  dengan taraf signifikan  atau 0,05 maka hasil belajar matematika siswa dinyatakan setara, tetapi jika  maka hasil belajar matematika siswa dinyatakan tidak setara. Jumlah anggota sampel penelitian adalah 46 siswa yang dibagi kedalam dua kelas , yaitu kelas eksperimen berjumlah 23 siswa dan kelas kontrol 23 orang. Data pemecahan masalah matematis diukur dengan menggunakan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa hasil perhitungan thitung = 2,099 dan ttabel =1,6802 pada taraf signifikan 05 ,0 dan db = 44 (23+23-2 = 44). Hal ini menyebabkan thitung = 2,099 ≥ ttabel = 1,6802, maka H0 : 1 2ditolakdan H1 : 1 2diterima dengan 1= rata-rata kelas eskperimendan 2= rata-rata kelas kontrol, yang berarti bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry berbeda secara signifikan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika menerapkan model pembelajaran Langsung.             Kata Kunci: Inquiry, konvensional, Kemampuan, masalah. 
 
 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model pembelajaran Inquiry lebih baik dari peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang menggunakan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VIII SMPK Pancasila Mukun tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan  menggunakan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPK Pancasila Mukun dengan jumlah 88 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan nonrandom sampling yang diuji kesetaraan dari 4 kelas, setelah melakukan uji hipotesis maka dibuat kesimpulan dengan membandingkan thitung dengan ttabel. Jika  dengan taraf signifikan  atau 0,05 maka hasil belajar matematika siswa dinyatakan setara, tetapi jika  maka hasil belajar matematika siswa dinyatakan tidak setara. Jumlah anggota sampel penelitian adalah 46 siswa yang dibagi kedalam dua kelas , yaitu kelas eksperimen berjumlah 23 siswa dan kelas kontrol 23 orang. Data pemecahan masalah matematis diukur dengan menggunakan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa hasil perhitungan thitung = 2,099 dan ttabel =1,6802 pada taraf signifikan 05 ,0 dan db = 44 (23+23-2 = 44). Hal ini menyebabkan thitung = 2,099 ≥ ttabel = 1,6802, maka H0 : 1 2ditolakdan H1 : 1 2diterima dengan 1= rata-rata kelas eskperimendan 2= rata-rata kelas kontrol, yang berarti bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry berbeda secara signifikan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika menerapkan model pembelajaran Langsung.             Kata Kunci: Inquiry, konvensional, Kemampuan, masalah. 
 
]]></note>
 <note type="statement of responsibility"><![CDATA[]]></note>
 <classification><![CDATA[NONE]]></classification>
 <identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier>
 <location>
  <physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan UNIKA  St. Paulus Ruteng Library]]></physicalLocation>
  <shelfLocator><![CDATA[KKI MYK OLD P (2017)]]></shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1"><![CDATA[KKI MYK OLD P (2017)]]></numerationAndChronology>
    <sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
    <shelfLocator><![CDATA[KKI MYK OLD P (2017)]]></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier><![CDATA[14273]]></recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2018-04-19 23:59:54]]></recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2018-04-20 00:00:14]]></recordChangeDate>
  <recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>